ketika aku merenung aku mendapatkan suatu gamabaran dunia yang begitu hambar. Apa yang dicari oleh semua orang sebagai kenikmatan tertinggi didunia ini, merupakan kenikmatan yang begitu rendah dan sifatnya sementara saja.
Aku melihat seorang materialis menganggap kebahagiaan adalah banyaknya harta, namun tefikirkah oleh mereka apa gunanya?hanya untuk makan, keliling dunia, memberli barang2 mewah? Hanya itu?.
Coba bayangkan jika seandainya ditangan Anda ada sebuah Es cream –terserah berapa harganya/silahkan anda sendiri yang membayagkan harganya- . lalu Anda makan Es cream tersebut. Anda akan merasakan enakanya rasa es cream tersebut ketika es cream masih ada, akan tetapi apakah Anda tetap merasakan lezat es cream tersebut ketika es creamnya terlah habis? Tentu saja tidak.
Dari sana kita melihat bahwa kelezatan yang diperoleh itu hanyalah sementara. Jadi terlalu rendah jika tujuan utama dari kehidupan ini hanya sebatas materi. Lalu seorang yang memiliki keinginan/tujuan utama dari kehidupannya adalah –maaf- sex/nafsu syahwat juga salah. Sekali lagi terlalu rendah. Anda bayangkan –jika Anda seorang laki-laki- disamping ada seorang perempuan yang mengajak Anda untuk melakukan “pekerjaan” lalu Anda meresponnya dan melakukannya.
Selama Anda melakukannya mungkin benar ada kenikmatan yang Anda dapatkan, tetapi hanya beberapa saat saja. Setelah itu apakah Anda masih merasakan kenikmatan? Tentu saja tidak, malahan kelemasan yang anda peroleh. Kepuasan/kenikmatan yang didapatkan melalui itu semua hanyalah sementara, terbatas dan terlalu rendah jika dibandingkan dengan kehidupan yang kita miliki.
Lalu seorang yang memiliki tujuan akhir dari hidupnya adalah kekuasaan/jabatan sama juga rendahnya. Apakah mereka juga berfikir, untuk apa jabatan/kekuasan yang mereka miliki itu? Untuk dimakan?tidak mungkin. Untuk dinikmati? Apakah bisa kekuasaan itu dinikmati? Apa parameternya? Lalu ketika Anda mati, mau dikemanakan kekuasaan itu? dibawa kedalam kubur?tidak, sekali lagi tidak. Terlalu rendah jika tujuan akhir dari perjalan hidup ini adalah kekuasaan. Lalu apa yang harus aku cari?
Dari itu semua aku sadar bahwa yang harus aku cari / yang harus menjadi tujuan utamaku dalam menjalni kehidupan ini bukanlah itu semua. Bukan harta, bukan wanita dan bukan juga jabatan. Bukan itu semua, karena itu semua hanyalah sementara dan fana/samar. Aku menginginkan kenikmatan yang kekal dan abadi yang bisa aku nikmati selama-lamanya. Aku juga sadar bahwa kenikamata abadi itu tidak ada didunia ini, melainkan ada didunia yang lain yang mana ruang dan waktu tidak berlaku disana.
Tapi yang menjadi pertanyaan adalah dimanakah dunia itu? pertanyaan berikutnya adalah Apa yang harus aku lakukan yang menyebabkan aku memiliki kenikmatan/kebahagiaan yang abadi ? aku belum bisa menjawab sekarang, karena aku sedang ngantuk………………………………
Filed under: Inspirasi & Motivasi, Islam is The Best, Renungan, Tulisan Pribadi, edufiesta | Tagged: edufiesta, iseng, Renungan, Tulisan Pribadi
























artikelnya bgus,membuat q tertarik utk membaca,seperti ada sesuatu yg menarik aku untuk baca smpe akhr,
tp knp endingx seperti itu..’aq ngantuk’ yah pdahal harapnq mendapatkn ending yg b’kesan..
Lanjutin dunk mz artikelnya..