Islam Belanda

detikcom – Jakarta

schlampen3cu7.jpg

Kincir kehidupan di Belanda selama Ramadhan ini berputar semarak. Masjid-masjid ramai dan rumah-rumah terang benderang di waktu malam dan menjelang fajar. Orang asli Belanda yang masuk Islam ternyata makin banyak.


Perkembangan aktual di Belanda itu nyata-nyata berbanding terbalik dengan publikasi negatif tentang Islam, yang selama ini mendominasi media massa dan wacana politik yang dikembangkan parpol-parpol di Binnenhof, Den Haag.


Berita tentang Islam teroris, fundamentalis, radikal, dan wacana politik tentang Islam achterlijk (terbelakang), jilbab, pembauran, pengangguran dll, ternyata mendatangkan efek yang sebaliknya. Koran Algemeen Dagblad (AD), salah satu koran berpengaruh, mengangkat perkembangan Islam di Belanda tersebut dalam edisi Selasa (28/10/2003) lalu atau hari kedua Ramadhan, dengan judul utama Steeds Meer Nederlanders Bekeren Zich tot Islam (Makin Banyak Orang Belanda Masuk Islam).


Berita AD tersebut menempati sekitar 80 persen berita dalam negeri Belanda hari itu. Disebutkan, setiap tahunnya orang Belanda yang masuk Islam mencapai jumlah ratusan. Baik pria maupun wanita Belanda banyak yang tertarik dengan Islam, mempelajarinya, lalu menyatakan masuk Islam. Namun, karena orang-orang Belanda yang masuk Islam itu tidak dicatat, maka jumlah pastinya tidak diketahui.


“Di tempat kami, tahun lalu saja ada sekitar 150 orang Belanda yang masuk Islam, lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Di samping itu, saya kira setiap tahun sekurangnya ada 100 orang yang menyatakan masuk Islam di masjid atau di rumah” kata A. Quyyoem dari lembaga Moslim Informatie Centrum Nederland (Pusat Informasi Muslim Belanda).


Sedangkan Darwisj A. Maddoe dari Nederlandse Moslim Raad (Dewan Muslim Belanda) memperkirakan bahwa saat ini angkanya berkisar antara 20.000 sampai 30.000 orang. “Sebagian orang yang menikah dengan seorang muslim, akhirnya menerima agama sang suami. Tapi itu tidak wajib. (Nabi) Muhammad dulu juga menikah dengan wanita Yahudi. Respek pada agama lain sangat penting dalam Islam. Namun jika sang istri masuk Islam, itu lebih utama” kata Maddoe.


Sementara itu Ceylan Weber dari Nederlandse Moslimvrouwen Al-Nisa (Muslimat Belanda Al-Nisa) mengungkapkan, “Di tempat kami penuh dengan wanita Belanda yang secara sadar memilih masuk Islam. Mereka melakukannya tidak untuk sang suami, tetapi untuk diri sendiri. Jumlahnya puluhan per tahun.” Weber menambahkan bahwa Islam ternyata merupakan agama yang lengkap dan konkrit, di mana nilai-nilai etis seperti keadilan, cinta damai, kepedulian sosial diterangkan dengan jelas.


Salah satu wanita Belanda yang masuk Islam secara sadar adalah Marianne Vorthoren (25). Mahasiswi manajemen di Universitas Erasmus Rotterdam, itu masuk Islam setelah terlebih dulu mempelajari dan mendalami Quran. Kini Marianne berjilbab rapat dengan baju panjang, sehingga hanya wajah dan tangannya saja yang nampak.
Trend peningkatan orang Belanda masuk Islam tersebut, menurut Quyyoem dipicu oleh peristiwa serangan 11 September. Peristiwa heboh itu membuat orang-orang Belanda jadi berpikir. “Mereka jadi penasaran dengan Islam. Seringkali mereka datang kepada saya untuk menanyakan apakah Islam memang seburuk itu? Setelah mereka mendalami, mereka langsung masuk Islam” kata Quyyoem.


Yang menonjol, kata Quyyoem, orang-orang Belanda yang telah menjadi muslim, ternyata lebih fanatik daripada orang-orang yang telah muslim sejak lahir. Mereka lebih menguasai kandungan Quran daripada orang-orang yang muslim sejak lahir” demikian Quyyoem.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: