MARKETING ala ROBERT KIYOSAKI

kiyosaki.jpgSecara khusus membahas Robert Kiyosaki (RK) dalam kaitannya dengan marketing karena memang ada begitu banyak hal yang dapat diceritakan antara keduanya.

Pertama-tama, judul buku yang membuatnya mendunia ‘Rich Dad Poor Dad’. Ini adalah suatu branding yang sangat bagus. Pendek, mudah diingat dan membangkitkan rasa ingin tahu. Seandainya saja RK tidak menggunakan judul ini, tetapi memilih judul lain yang lebih umum, misalnya ‘How to…’ atau ’10 Ways to…’, mungkin dia tidak akan terkenal seperti saat ini. Rich Dad Poor Dad telah menjadi branding bagi RK, dan brand inipun selalu dicantumkannya dalam buku-bukunya selanjutnya.

Kemudian, Robert melakukan diversifikasi product. Ada begitu banyak cara untuk membeli idenya. Seminar, game, cassette, video, dan buku. Anda tinggal memilihnya saja.

Jika Anda pernah memainkan game ‘Cashflow’ dari RK, mungkin Anda dapat segera merasakan dari game tersebut bahwa ia menitikberatkan pada investasi real estate. Passive income dibangun dengan membeli suatu property, lalu menyewakannya. Tetapi, pada saat RK telah membeli suatu property, pada saat ia mencari penyewa-penyewa bagi propertinya, tidakkah ia melakukan marketing? Jika ia tidak dapat ‘menjual’, dalam hal ini mencari penyewa bagi propertinya, maka tidak ada artinya jika ia dapat membeli property dengan harga miring. Setelah mendapat penyewa-penyewa, ia pun perlu melakukan after sales service, untuk memastikan tingkat hunian propertinya tetap tinggi dari para penyewa yang puas.

Pentingnya menjual sebenarnya diceritakan sendiri oleh RK dalam bukunya. Setelah kembali dari perang Vietnam, ia sebenarnya dapat mencoba untuk bekerja sebagai pilot (dengan gaji yang relatif tinggi). Namun, ia justru memilih bekerja sebagai salesman pada perusahaan mesin foto kopi karena perusahaan ini memiliki system training penjualan yang bagus.

Dalam bukunya, RK menceritakan suatu moment ketika ia mencoba melakukan penjualan mesin foto kopi ke salah satu calon pelanggannnya. Pelanggan tersebut berkomentar bahwa RK adalah salah seorang salesman terburuk yang pernah dijumpainya. Namun ia memberikan semangat kepada RK untuk terus belajar dan menjual.

Dan itulah yang dilakukannya. Ia terus belajar dan menjual. Sampai akhirnya ia menjadi salah seorang salesman terbaik yang pernah ada di perusahaannya.

Apa makna yang bisa diambil dari kisah RK? Satu hal yang sangat penting: ILMU MENJUAL BISA DIPELAJARI. Menjual memang bisa dikatakan mengandung seni. Namun ia bisa dipelajari, sebagaimana RK telah berubah dari salesman yang buruk menjadi salesman terbaik di perusahaannya.

Jadi jika Anda mendengar seseorang berkata kepada Anda: ‘Saya TIDAK BISA menjual’, yakinlah bahwa yang dimaksudkannya adalah ‘Saya TIDAK MAU menjual’. Menjual, seperti ilmu lainnya, bisa dipelajari.

*) sumber Loe Hendra Lukito

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: