Argumentasi

  • IMAM SYAHID AL BANNA

Kita bukanlah partai politik, meskipun kaidah-kaidah islam merupakan bagian sumbansi fikrah kita. Kita bukanlah oraganisasi sosial walaupun kegiatan sosial merupakan bagian dari tujuan-tujauan kita yang paling besar…………………………………….kita bukanlah salah satu dari mereka itu, karena mereka diciptakan oleh tujuan yang bersipat lokalistik dan untuk waktu yang terbatas, dan kadang-kadang tidak ada inspirasi pembentukan lembaga semacam itu selain sekedar keinginan untuk membentuk suatu lembaga serta menyandang gelar manajerial didalamnya.”

  • FATHI YAKAN

“Pergerakan islam tidak memisahkan antara tujuan dan sarana, dari segi keharusannya mengikuti hukum-hukum syariat, idiologi dan moralitasnya”

Batas-bata idiologi dan moral pergerakan islam

  1. Aktivitas memeperjuangkan kebenaran tidak boleh menggunakan sarana yang batil dalam mencapai tujuan dan target-targetnya, sekalipun kebatilan itu berupa kata-kata atau selogan.

  2. Kebenaran adalah suatu yang utuh, tidak bisa dipisah-pisahkan. Tidak ada sesuatu setelah kebenaran melainkan kebatilan dan tidak ada sesuatu setelah petunjuk melainkan kesesatan. Tidak ada tawar menawar dalam akidah.

  3. Para pejuang kebenaran hasus sadar, hati-hati dan teguh berpegang pada tali Allah dan mengikuti petunjuk-Nya. Mereka tidak boleh surut lantaran suatu keadaan atau mengambil alternatif atau solusi yang tidak sesuai dengan landasan akidah dan akhlak mereka.

  4. Kebenaran adalah yang ditenttukan oleh sya’ra, buakn yang ditenttukan oleh manusia, sekalipun ia tidak sesuai dengan selera, pendapat, dan pemikiran mereka semua. Islam menolak mayoritas dalam hal-hal yang menyelisihi syariat Allah, sekalipun dalam masyalah sepele.

2 Responses

  1. Assalamualaikum, ana agak nggak nyambung nich.. . antum sebenarnya sefikroh sama Al Banna apa nggak sich!? eh.. klo nggak salah Al Banna itu kan pendiri Ikhwanul Muslimin, nah IM itu sekarang kan di Indonesia berganti kulit jadi Partai PKS,
    trus PKS itu kan ikut yang namanya demokrasi yang kata antum demokrasi itu fahamnya orang kafir, trus…..wah nggak nyambung nich otak gue………Wassalam.

  2. Ass…. Bagi saya Demokrasi adalh musyawarah yang dilandaskan azas kebersamaan… bila kita lihat yang terjadi saat ini terkesan demokrasi adalah pemaksaan kehendak pihak yang memiliki suara terbanyak kepada pihak minoitas…
    sangat disayangkan contoh kasus terbaru di MEDAN, keinginan pemekaran adalah hak demokrasi tapi pola perjuangan seperti demoanarkis menyeret hak Demokrasi menjadi DEMOCRAZY…
    Fatwa MUI tentang Haram GOLPUT juga saya rasa mengancam terciptanya demokrasi… bagaimana rakyat memilih wakil yang sesuai syariat jikalau wakil-wakil partai yang dicalonkan rata-rata jauh dari sikap yang dituntut oleh syariat… nah bila ini dipaksakan maka rakyat asal milih yang pada akhirnya yang terpilih adalah wakil yang menghancurkan syariat itu sendiri… apa MUI mau tanggung jawab?
    Pertanyaan menganjal sekarang bila kita harus ikut anjuran MUI >> Manakah Wakil yang Sesuai dengan Syariat yang Allah Gariskan??????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: